RICHPOKERQQ - Tidak hanya sekolah saja mulai diliburkan, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang juga mulai menutup sementara akses peziarah menuju kompleks pemakaman Tebuireng. Kebijakan itu sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran corona virus atau Covid-19.
Penutupan akses peziarah tersebut sesuai dengan Surat Edaran Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 yang ditandatangani Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di ruang publik.
"Benar (ditutup sementara), akan diberlakukan mulai nanti malam," kata H. Lukman Hakim, Mudir pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (15/3).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diambil dalam rapat pimpinan dan majelis keluarga Pesantren Tebu Ireng, merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah. Ia menyebut, penutupan tersebut tidak berbatas waktu.
"Dengan merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah penutupan akses sementara diberlakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Artinya kalau sudah aman ya kita buka," ujarnya.
Berdasarkan catatan pondok, setiap hari ada ribuan orang peziarah yang datang komplek makam Tebuireng. Di makam itu, terdapat makam Hadratussekh KH Hasyim Asyari Pendiri Nahdlatul Ulama; KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden RI ke-4; KH Wahid Hasyim yang merupakan ayah Gus Dur; serta KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).
Atas kebijakan tersebut, keluarga besar Pesantren Tebuireng menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga masyarakat yang hendak berziarah ke makam Tebuireng.
Sementara itu, selain menutup akses peziarah, apesantren tebuireng juga membatasi aktifitas santri. Jika biasanya pada hari libur Jumat santri bisa keluar, kali ini diberikan aturan berbeda. Yakni, santri dilarang keluar pondok.
Didalam pondok, juga telah disiapkan tempat cuci tangan, antiseptic untuk membersihkan diri. "Jumat para santri sekarang tidak boleh keluar pondok. Jumat santri olahraga di dalam pondok. Ini sebagai upaya mengantisipasi virus corona," ujarnya.





