RICHPKV - Jumlah karyawan yang diduga terpapar Corona atau Covid-19 dari klaster pabrik rokok PT HM Sampoerna di Rungkut 2 Surabaya, membengkak. Dari 46 buruh yang telah di lakukan tes PCR, 34 diantaranya dinyatakan positif.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, pada gelombang pertama, pihaknya melakukan tes swab terhadap 46 karyawan PT HM. Sampoerna, Rungkut. Dimana 34 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
"Berdasarkan tes PCR dari gelombang satu itu dari 46 orang itu 34 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Ini mengejutkan karena biasanya kan dari hasil rapid test itu kan cuma 10 persen yang positif. Ini cukup besar," katanya, Jumat (1/5).
Ia menambahkan, Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim pun melakukan penelusuran terhadap karyawan PT. HM. Sampoerna lainnya. Yakni dengan melakukan rapid test terhadap 323 karyawan di perusahaan.
Hasilnya, dari hasil rapid test sekitar 100 karyawan PT. HM. Sampoerna dinyatakan reaktif. 100 orang karyawan ini, selanjutnya diisolasi di suatu hotel yang rahasiakan tempatnya.
Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim akhirnya melakukan tes PCR atau swab terhadap sekitar 100 karyawan PT. HM. Sampoerna tersebut, yang dibagi ke dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama, ada 46 orang yang dilakukan tes swab, dimana 34 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
"Setelah yang gelombang pertama, kami juga melakukan tes PCR terhadap 42 orang yang masuk gelombang kedua. Hasilnya bari dapat ke luar besok," ungkapnya.
Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim menemukan cluster baru di Surabaya. Ratusan buruh sebuah pabrik rokok besar, saat ini tengah dalam pengawasan dan isolasi.
Temuan ini dibenarkan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi. Ia mengungkapkan, ada penularan baru Covid-19 yang terjadi di Surabaya.
Hal ini diperkuat dengan adanya temuan dua orang buruh pabrik rokok yang sempat dirawat di rumah sakit dinyatakan positif corona. "Tapi keduanya sudah meninggal dunia," ujarnya, Rabu (29/4).
Ia menyatakan, akibat kejadian itu, petugas lalu melakukan tracing terhadap teman kerja yang satu komplek dengan pasien terkonfirmasi tersebut. Hasilnya, 63 orang yang di rapid test dinyatakan reaktif (positif) sehingga ada yang dirawat di rumah sakit dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan ada juga yang diisolasi mandiri oleh perusahaan.



