RICHPKV Pemkab Banyuwangi terus mengupayakan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang terdampak Covid-19 dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Salah satunya melalui program Smart Kampung.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Smart Kampung yang sudah ada sejak tahun 2016 ini memberi kemudahan dalam penanganan Covid-19, termasuk dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos). Melalui Smart Kampung yang ada d desa-desa, data penerima bantuan akan lebih cepat terverifikasi.
Anas mencontohkan data di sistem Smart Kampung yang mengintegrasikan semua penerima bantuan, dari program pusat sampai kabupaten. Mulai penerima PKH, BPNT, Bansos Tunai Kemensos, BLT Dana Desa, program Pemprov Jatim, jaring pengaman APBD Banyuwangi, paket nutrisi ibu hamil-menyusui, hingga program gotong royong ASN Peduli dan sebagainya.
"Smart Kampung ini bukan hanya untuk pelayanan biasa tapi sekarang sangat membantu bagi pendataan layanan mereka yang mendapat JPS (Jaring Pengaman Sosial), BLT, dll," katanya.
Dengan adanya Smart Kampung ini, penerima bantuan tidak bisa terdaftar sebagai penerima ganda. Data yang terdaftar diinput pada sistem Smart Kampung akan mengintegrasikan semua penerima bantuan.
"Sehingga mereka yang telah dobel di desanya akan ada lampu merah, sistem ini akan menolak," ujar Anas.



