RICHPKV - Bayu, seorang pedagang ketoprak di Narogong, Bekasi, sekarang hanya bisa memproduksi lontong dengan satu liter beras. Produksi ini menurun jauh dibandingkan sebelum terjadi pandemi corona yaitu sebanyak tiga liter beras.
"Sekarang sepi banget," kata Bayu ketika berbincang dengan pokeronline belum lama ini.
Satu porsi ketoprak ia menjualnya Rp 12.000. Sedangkan, satu liter beras, menurut dia, bisa dibuat menjadi 20 bungkus atau sekitar 15 porsi. Selain beras, bahan pokok lainnya adalah kacang satu kilogram, minyak, bawang putih, dan menu tambahan seperti kerupuk dan tahu.
"Dapat untung bersih Rp 100.000 sudah bagus sekarang," kata pria asal Cirebon, Jawa Barat ini.
Jika disuruh memilih, Bayu ingin pulang kampung. Tapi, sekarang kondisinya terbentur dengan larangan mudik. Adapun di Terminal Bekasi juga sudah tidak ada bis yang beroperasi.
Untuk bertahan hidup di Bekasi, Bayu memilih tetap berjualan meski omzet menurun drastis.
"Sekarang mengandalkan orang yang melintas di jalan utama saja, soalnya gang-gang, jalur alternatif warga sudah 'lockdown' semua, jadi sepi," kata dia.
Selain biaya hidup, Bayu harus membayar sewa kontrakan sebulan Rp 500.000. Ia mengaku lebih menghemat supaya bisa mengirimkan uang THR untuk istri dan anaknya di kampung.
"Kalau bantuan belum lama ini dapat dari tetangga, kalau dari pemerintah enggak dapat," katanya yang menyebut menerima beras, telur, mi instan, dan minyak goreng.



